JAKARTA,RABU - Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Tanri Abeng menilai perlu ada pembatasan operator seluler di Indonesia. "Saat ini ada 11 operator seluler di Indonesia. Saya katakan itu terlalu banyak. China negara besar begitu hanya empat. Malaysia juga kalau tidak salah ada empat juga. Jadi ini perlu dibatasi kalau bisa yah bagaimana caranya tak lebih dari empat," kata Tanri di Jakarta, Rabu (9/7).
Begitu banyaknya operator seluler di Indonesia, menurut Tanri, bisa mengakibatkan persaingan tidak sehat di operator seluler yang pada akhirnya bisa merugikan pelanggan telepon seluler. "Di negara manapun kalau lebih empat sudah berbahaya karena ada yangn ngacau. Harusnya ada konsolidasi dulu," kata Mantan Menteri BUMN ini.
Menurut dia, Pemerintah harusnya tegas soal ini misalnya dengan membuat regulasi yang tegas yang mengatur pembatasan soal operator seluler di Indonesia. "Harus dipertegas lagi," ujarnya.
Ditanya bukankah semakin banyak operator akan membuat tarif akan semakin murah? Soal ini, Tanri mengatakan harus tetap rasional memikirkan soal itu. "Bagaimana kalau persaingan tak sehat itu kan merugikan masyarakat karena masyarakat akan mendapatkan barang tidak bermutu. Dan kalau telekomunikasi tak untung maka tak akan ada upaya untuk bangun jaringan baru. Dan jaringan baru akan tercipta kalau ada keuntungan," jelasnya. (Persda Network/aco)
(Sumber : Kompas)
20/07/08
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar