20/07/08

Ceruk Pasar Telekomunikasi Seluler Masih Menjanjikan

Komunikasi via handphone kian murah saja. Sebut saja operator A hanya menerapkan tarif Rp 5 per detik untuk komunikasi ke semua operator atau hanya Rp 50 ke sesama operator dan sebagainya. Murahnya tarif telepon ini terjadi sejak satu tahun terakhir.

Ujung-ujungnya yang dimanjakan adalah masyarakat. Mereka tinggal memilih operator seluler mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena, rata-rata operator seluler memberikan tarif yang termurah untuk para pelanggannya. “Konsekuensi dari program tarif murah ponsel ini masyarakat yang diuntungkan. Mereka tinggal memilih produk seluler yang dibutuhkan,” ujar Nurkholis, kepala cabang PT Indosat Malang, saat ditemui kemarin.

Nurkholis mengatakan, kebutuhan telekomunikasi kini kian menjadi kebutuhan pokok. Baik itu melancarkan bisnis hingga menjalin silaturahmi antar-keluarga. Strategi yang kini diterapkan oleh kalangan operator antara lain dengan memanjakan pelanggan. Pelanggan pun diklasifikasikan lagi berdasarkan usia sesuai dengan produknya.

Dia mencontohkan produk IM3 membidik pelanggan usia 25 tahun ke bawah, Mentari untuk usia 25 tahun ke atas, dan produk pasca-bayar Matrix membidik konsumen mapan. “Murahnya tarif komunikasi ini mampu mendongkrak pertumbuhan pelanggan baru. Tidak usah disebutkan jumlah peningkatannya,” paparnya.

Setelah dicermati, tarif murah yang diluncurkan kalangan operator seluler cenderung lebih fokus menggarap segmen kartu seluler jenis prabayar. Mengapa demikian? Asnam, manager Telkomsel GraPARI Malang menjelaskan, pasar telekomunikasi seluler saat ini terus membidik kalangan masyarakat menengah ke bawah. Setidaknya, ceruk pasar inilah yang digarap sejumlah operator seluler yang kini gencar meluncurkan tarif komunikasi hemat.

Ditambahkan, kalangan middle low ini masih labil dalam memakai produk seluler. Kalangan seperti ini rela gonta-ganti kartu prabayar. Mereka hanya memilih produk yang menguntungkan, tak lain adalah produk yang paling hemat. “Berbeda dengan kalangan menengah atas yang sudah loyal dengan produk telekomunikasi yang sudah membuat mereka nyaman. Sehingga menumbuhkan sikap loyal, terutama dari kalangan pemakai produk pascabayar,” terangnya.

Khusus tarif murah yang diterapkan kalangan operator, menurut Asnam, hal ini bukan perang tarif. Tetapi merupakan upaya mencari momen yang tepat memberikan tarif murah untuk konsumen. Jadi, tarif murah itu diterapkan tidak sepanjang hari, namun disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan konsumen. “Kebutuhan tarif murah masyarakat adalah waktu siang hari sampai dengan malam hari. Lalu, konsumen yang menyesuaikan dengan kebutuhannya,” papar mantan Manager GraPARI Aceh ini.

Meski tarif murah bisa dinikmati masyarakat, kebutuhan pelayanan setidaknya menjadi perhatian kalangan operator. Budi Wahyono, customer relation supervisor XL Center Malang menjelaskan, operator seluler setidaknya memperhatikan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan adanya tarif murah yang digencarkan.

Salah satunya dengan meningkatkan kualitas jaringan. “Ini sebaiknya dilakukan sebelum operator seluler meluncurkan program tarif murahnya. Tentu saja agar pelanggan tidak kecewa selama berkomunikasi murah,” jelas dia.

Tarif murah komunikasi via handphone berdampak terjadinya penurunan repeat order pemesanan pulsa. Alasannya, pulsa para pemilik ponsel kian awet saja karena terkena tarif murah. Karena pengaruh tarif murah ini, kalangan pemilik usaha pulsa elektrik mengalami penurunan. “Rata-rata terjadi penurunan repeat order 20 persen, sementara margin tetap. Namun, bisnis penjualan pulsa elektrik ini tetap menjanjikan,” ujar Didik Supriyanto, pemilik usaha pulsa elektrik DS Phone di Jalan Bogor ini.

Didik menambahkan, penjualan voucher pulsa elektrik telah mendominasi sekitar 90 persen. Pulsa elektrik ini sangat praktis dan menghemat biaya distribusi bagi kalangan operator seluler. “Saat ini mau berjualan pulsa tinggal bekal handphone saja, plus mengisi deposit rupiah saja. Semua orang bisa berjualan pulsa, mulai pelajar hingga ibu-ibu rumah tangga,” papar pria dengan tim agennya yang berhasil melakukan transaksi pulsa elektrik 8.000-10.000 per hari. (lia/ziz)
(Sumber : http://www.infogue.com/viewstory/2008/06/26/ceruk_pasar_telekomunikasi_seluler_masih_menjanjikan/?url=http://indonesianic.wordpress.com/2008/06/19/ceruk-pasar-telekomunikasi-seluler-masih-menjanjikan/)

Tidak ada komentar:

MS-TRONIK Grosir pulsa murah berhadiah jutaan rupiah e

marketing mesinonline