detikzone.com - Operator seluler cenderung menghanguskan nomor yang tidak aktif karena akan membebani kapasitas jaringan. Volume nomor hangus itu diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta nomor. Sebagai contoh, PT Excelcomindo Pratama Tbk menghanguskan sekPresiden Direktur XL Hasnul Suhaimi menandaskan penghangusan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jaringan XL dan membersihkan nomor-nomor yang tidak aktif.
"Sebelum ada penghangusan, penambahan jumlah pelanggan XL pada semester I tahun ini sebenarnya cukup signifikan, yaitu mencapai 11 juta pelanggan. Namun, penghangusan sekitar 800.000 nomor tersebut menjadikan jumlahnya menurun," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.
Dia menilai penghangusan tersebut justru berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan maupun ARPU(average revenue per user).Berdasarkan data XL, pada 2005 jumlah pelanggan XL adalah sekitar 7,5 juta orang, sementara pada akhir tahun lalu mencapai 9,5 juta orang atau mengalami peningkatan 27% dari tahun sebelumnya.
Jumlah pelanggan telah meningkat 22% dari 8,4 juta pelanggan pada semester I 2006 menjadi 10,2 juta pelanggan pada semester I 2007. Sebagai hasil dari berbagai program pemasaran yang menarik, ARPU pada semester I 2007 meningkat menjadi Rp46.000 dari Rp43.000 pada semester I 2006.
"Sepanjang semester I 2007, XL telah meluncurkan sejumlah program pemasaran untuk meningkatkan pemakaian oleh pelanggan. Untuk pelanggan Bebas, XL meluncurkan Rp10/detik untuk panggilan ke nomor XL tanpa syarat apa pun. Untuk pelanggan Jempol, XL memperkenalkan tarif Rp45/SMS selama jam-jam tidak sibuk di hari kerja dan 24 jam di akhir pekan ke sesama nomor XL," tutur Hasnul.
Bebani jaringan
Secara terpisah, Direktur Layanan Korporasi PT Mobile-8 Telecom Tbk Merza Fachys menandaskan penghangusan nomor-nomor yang tidak produktif merupakan hal yang wajar dalam sebuah industri seluler.
"Biasanya, nomor yang dihanguskan hanya sedikit di bawah nomor baru yang masuk sehingga tetap ada pertumbuhan," ujarnya kepada Bisnis.Menurut dia, dalam menghanguskan sebuah nomor, kebijakan dari operator adalah berbeda-beda, tergantung masa aktif, masa tenggang, dan masa lainnya.
Dalam Mobile-8, nomor tidak aktif baru bisa dihanguskan minimal setelah enam bulan dari pengaktifan, karena selain memasuki masa aktif, sebuah nomor juga harus memasuki masa tenggang selama sebulan, masa konfirmasi selama sebulan, serta masa penyimpanan dalam basis data selama tiga bulan untuk keperluan penyelidikan kepolisian bila nomor tersebut pernah digunakan untuk melakukan kejahatan.
Merza sendiri mengaku pertumbuhan pelanggan Mobile-8 tidak lah sebesar tiga operator seluler lainnya sehingga nomor yang dihanguskan juga terhitung kecil. "Yang pastinya angka nokor hangus sedikit di bawah jumlah nomor baru yang masuk dalam jaringan," ujarnya.
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja dan Direktur Pemasaran Indosat Guntur S. Siboro tidak menjawab pertanyaan Bisnis lewat layanan pesan singkat (SMS). Akan tetapi menurut Manajer Komunikasi Eksternal Telkomsel Suryo Hadianto, penghangusan nomor-nomor operator seluler terbesar di Indonesia tersebut dilakukan setiap hari agar tidak membebani jaringan.
(Sumber : Detikzone.com)
21/06/08
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar